Prosedur penentuan kadar air
- Sep 9, 2014
- 1 min read
Alat yang digunakan dalam penentuan kadar air dan kadar abu adalah cawan porselen, penjepit, oven, desikator,dan timbangan analitik.Bahan yang digunakan dalam praktikum antara lain buncis, wortel, kacang panjang, labu siam, terung ungu, cabai gendot, tomat merah, tomat hijau, dan jagung.
Prosedur Penentuan Kadar Air
Cawan dipanaskan dalam oven bersuhu 105oC selama 1 jam, setelah itu dimasukkan ke dalam desikator selama 10 menit, lalu timbang dengan timbangan analitik.Berat cawan kosong tersebut disimbolkan dengan a. Tambahkan bahan ke dalam cawan yang masih berada di timbangan analitik. Berat bahan dengan cawan disimbolkan dengan b. Cawan yang berisi bahan kemudian dimasukkan ke dalam oven bersuhu 105oC selama 5 jam. Setelah 5 jam, cawan di keluarkan dari oven lalu didingingkan di desikator selama 15 menit lalu timbang. Cawan berisi bahan kembali dimasukkan ke dalam oven dengan suhu yang sama, yaitu 105oC selama 1 jam. Cawan kemudian kembali dimasukkan ke dalam desikator selama 15 menit, lalu timbang. Ulangi proses pengeringan 105oC selama 1 jam tersebut hingga berat bahan kosntan (maksimal selisih 0.002 gram). Berat kering konstan yang didapat kemudian disimbolkan dengan c. Hitung presentase kadar air dengan data yang didapatkan menggunakan rumus berikut:
Presentase kadar air = (b-a)(c-a)/(b-a) x 100%
Keterangan: a = berat cawan kosong
b = berat bahan dengan cawan
c = berat kering bahan dengan cawan




















Comments